NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pasar karbon harus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk para petani, nelayan, hingga warga desa.

Dia mengatakan pemerintah saat ini juga menempatkan hutan, gambut, mangrove, laut, dan sawah sebagai aset iklim untuk menopang sistem pangan. Aset tersebut perlu dilindungi bersama masyarakat.

Pemerintah melalui kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) mendorong lima sektor sebagai sumber pertumbuhan dan peluang pembiayaan yakni (1) hutan dan lahan, melalui perlindungan serta pemulihan alam yang tetap menjaga penghidupan masyarakat; (2) energi, melalui investasi energi terbarukan, pengurangan ketergantungan pada energi fosil, dan penciptaan lapangan kerja; (3) industri hijau, agar proses produksi lebih bersih dan produk Indonesia semakin kompetitif; (4) sektor strategis lain, termasuk pertanian, pengelolaan sampah, dan karbon biru; serta (5) masyarakat petani, nelayan, dan warga desa yang harus ikut menikmati manfaat ekonomi dari aksi iklim.

"Ukuran keberhasilan pasar karbon bukan hanya nilai transaksinya, tetapi juga seberapa besar manfaatnya sampai kepada petani, nelayan, dan masyarakat desa hutan," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).