Di tengah capaian swasembada pangan, sektor perberasan juga mencatatkan perkembangan penting melalui peningkatan pengadaan cadangan beras pemerintah oleh Perum Bulog.
Pada era pemerintahan Prabowo, realisasi pengadaan beras tersebut menembus rekor tertinggi sejak perusahaan itu berdiri. Hingga 11 Oktober 2026, realisasi pengadaan melalui skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.131.492 ton setara beras. Angka itu setara dengan 103,29 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton, sekaligus menunjukkan bahwa target pengadaan telah terlampaui sebelum tahun 2026 berakhir.
Realisasi tersebut meningkat dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Angkanya juga melampaui rekor pengadaan sebelumnya pada 2012, ketika Bulog berhasil menyerap sekitar 3,65 juta ton beras.
Tingginya realisasi pengadaan turut memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Per 11 Oktober 2026, stok CBP tercatat menembus 4,6 juta ton, memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras dan mengantisipasi kebutuhan pangan nasional.
Pengadaan beras dalam jumlah besar menjadi bagian penting dari pengelolaan pangan, terutama untuk menjaga cadangan pemerintah di tengah dinamika produksi dan konsumsi.