Zulhas juga menyoroti hampir seluruh bibit tanaman pangan di Indonesia saat ini merupakan hasil impor dan bersifat sekali pakai. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, maka ratusan juta penduduk Indonesia akan terus bergantung pada negara lain.

"Padahal kita ini punya banyak varietas, banyak. Padahal kita punya ITB, punya IPB, punya kampus-kampus hebat, ya," jelasnya.

Zulhas menilai betapa pentingnya perihal pangan. Sebab, ia menyebut dampak dari tidak memprioritaskan pangan ini dapat menimbulkan kemiskinan dan kekurangan gizi.

Ia membagikan pengalamannya saat berkunjung Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana, ia mendapati seorang anak kelas 3 SD yang mengalami kondisi tubuh pendek dan kecil akibat pengaruh pola makan.