NADIKABAR.COM — Perusahaan teknologi asal Australia, Canva, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perombakan struktur organisasi yang berdampak terhadap 1.271 karyawan atau sekitar 22 persen dari total tenaga kerjanya.
Perubahan tersebut dilakukan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mengubah industri perangkat lunak.
CEO Canva Melanie Perkins mengatakan perubahan tersebut mencakup karyawan yang kehilangan pekerjaan, berpindah peran, hingga harus direlokasi ke kantor-kantor pusat perusahaan.
Dalam memo kepada karyawan yang diunggah di situs resmi perusahaan pada 4 November, Perkins menyebut perubahan besar diperlukan agar Canva dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
"Teknologi baru mengubah apa yang dapat diciptakan orang, bagaimana mereka menciptakannya, dan apa yang mereka harapkan dari produk yang mereka gunakan. Saya sampai pada kesimpulan sulit bahwa perubahan kecil tidak akan cukup," tulis Perkins dalam memo tersebut, seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu (4/11).
Meski demikian, Perkins tidak merinci jumlah karyawan yang akan terkena PHK dari total 1.271 orang yang terdampak perubahan tersebut.
Perkins, yang mendirikan Canva bersama Cliff Obrecht dan Cameron Adams, mengatakan perusahaan perlu menyederhanakan struktur bisnis dan kembali mengandalkan tim-tim kecil dengan kewenangan lebih besar.