Ia juga menyebut pertumbuhan Canva melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Karena itu, perusahaan akan mengurangi spesialisasi pekerjaan yang terlalu spesifik dan menyusun ulang tim agar lebih sederhana.
Perkins menggambarkan restrukturisasi tersebut sebagai "momen tersulit dalam 13 tahun sejarah perusahaan".
Perubahan di Canva mencerminkan tekanan yang lebih luas terhadap industri perangkat lunak akibat perkembangan teknologi AI. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna menyelesaikan lebih banyak pekerjaan secara mandiri tanpa bergantung pada program khusus.
Di sisi lain, perusahaan juga mulai memanfaatkan AI untuk menjalankan operasional dengan jumlah tenaga kerja yang lebih sedikit.
Perkembangan tersebut turut memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan model bisnis perusahaan perangkat lunak.
Sejumlah investor memangkas nilai perusahaan di sektor tersebut karena khawatir teknologi baru, termasuk Claude milik Anthropic, dapat mengambil alih sebagian pasar yang selama ini dilayani produk perangkat lunak konvensional.
Sebagai bagian dari perubahan organisasi, Sydney akan menjadi basis utama bagi lebih banyak tim produk Canva.