Perkins juga mengatakan perusahaan akan mendorong lebih banyak karyawan untuk bekerja secara langsung di kantor. Mulai Januari, sebagian besar karyawan dengan pola kerja hibrida akan diwajibkan masuk kantor dua hingga tiga hari dalam sepekan.
Perombakan organisasi tersebut dilakukan ketika Canva juga tengah mempersiapkan kemungkinan untuk melantai di bursa saham.
Valuasi perusahaan sempat mencapai US$40 miliar pada 2021. Namun, nilainya turun menjadi sekitar US$26 miliar setahun kemudian di tengah aksi jual saham perusahaan teknologi secara luas.
Valuasi Canva kemudian kembali meningkat, meskipun dampak gejolak industri teknologi terbaru terhadap nilai perusahaan belum diketahui secara pasti.
Perubahan yang terjadi di Canva berlangsung di tengah meningkatnya tekanan terhadap perusahaan teknologi untuk membuktikan bahwa investasi besar pada AI dapat menghasilkan keuntungan finansial.
Pada Oktober, Firmus Grid membatalkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Australia dengan nilai hingga US$5,5 miliar. Sementara itu, saham operator pusat data NextDC anjlok pada bulan yang sama setelah perusahaan mempertimbangkan opsi force majeure dan memangkas proyeksi pendapatannya.