Guna melumpuhkan jaringan botnet XCPE, Google bekerja sama dengan kepolisian internasional dan sejumlah perusahaan keamanan siber seperti Kepolisian Nasional Jepang (NPA), Lumen, HUMAN Security, Plume, Synthient, hingga TrendAI untuk menyita dan menutup domain command-and-control (C2) milik peretas.

Sebagai sanksi balasan, Google melarang total Videostrong beserta seluruh anak perusahaannya untuk membuat perangkat bersertifikasi Android di masa depan maupun menyuplai perangkat lunak ke vendor Android lainnya. Google juga mengumumkan pemutakhiran pada sistem pengujian sertifikasi Android guna memastikan integritas firmware perangkat IoT dan TV box dari potensi manipulasi pabrikan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi konsumen dan pelaku industri akan pentingnya memeriksa rekam jejak produsen perangkat keras sebelum menghubungkan perangkat pintar ke jaringan internet rumah maupun kantor, demikian dikutip NadiKabar dari Techspot, Jumat (6/11/2026).