NADIKABAR.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 1,63 juta pelanggan telah memanfaatkan fasilitas "face recognition boarding gate" selama periode Januari hingga September 2026.

​Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Selasa, mengatakan pemanfaatan teknologi pengenalan wajah tersebut merupakan bagian dari transformasi digital untuk menghadirkan pelayanan yang lebih praktis, efisien dan ramah lingkungan.

​"Pemanfaatan 'face recognition' menjadi salah satu bentuk transformasi digital KAI dalam memberikan kemudahan kepada pelanggan. Melalui fasilitas ini, proses boarding dapat dilakukan dengan lebih praktis sehingga pelanggan menikmati pengalaman perjalanan yang makin nyaman," kata Feni.

​Ia menjelaskan sepanjang Januari hingga September 2026, total pengguna layanan tersebut mencapai 1.631.391 orang yang tersebar di tiga stasiun utama Daop 6 Yogyakarta.

​Penggunaan tertinggi tercatat di Stasiun Yogyakarta sebanyak 907.520 pelanggan, diikuti Stasiun Solo Balapan sebanyak 361.409 pelanggan dan Stasiun Lempuyangan sebanyak 271.462 pelanggan.

​Fasilitas Face Recognition Boarding Gate memungkinkan penumpang yang telah mendaftar melalui aplikasi Access by KAI atau petugas stasiun untuk melewati proses pemeriksaan tiket cukup dengan memindai wajah.

"Sistem akan memverifikasi identitas dan data tiket secara otomatis tanpa perlu menunjukkan fisik kartu identitas atau boarding pass," katanya.

​Selain mempercepat alur masuk penumpang, lanjut Feni, penerapan teknologi ini juga mendukung efisiensi operasional dan upaya keberlanjutan lingkungan karena mengurangi pencetakan tiket kertas.

​Mengenai keamanan data, Feni menegaskan bahwa KAI berkomitmen penuh menjaga privasi pelanggan dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi berstandar internasional ISO 27001 serta tunduk pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

"Penggunaan fasilitas Face Recognition bersifat opsional. Bagi pelanggan yang belum mendaftar atau memilih tidak menggunakan layanan ini, KAI tetap menyediakan mekanisme pemeriksaan boarding secara manual sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.