Budiman mengatakan kedua prajurit itu direkam dari jarak dekat. Hal inilah yang memicu cekcok tim redaksi kedua prajurit tersebut dengan Syarif hingga berujung pemukulan terhadap Syarif.

Menurut Budiman, pemukulan terhadap Syarif dilakukan setelah prajurit TNI itu melihat gelagat Syarif mengambil parang yang masih berada dalam sarungnya. Syarif kemudian dipukul enam kali hingga jatuh ke tanah.

"Pada saat itu melihat ada gelagat bahwa tangannya memegang parang, yang namanya seorang prajurit dia respons, merespons tindakan untuk pengamanan. Dia langsung pegang langsung melaksanakan pemukulan selama kurang lebih enam kali dan akhirnya jatuh di tempat," jelas Budiman.

Ari Risda kemudian membuang parang milik Syarif tersebut. Setelah dibuang, Ari Risda juga melakukan pemukulan kepada Syarif. Tak hanya itu, Ari Yusril juga melakukan pemukulan kepada Saripudin, adik kandung Syarif, sebanyak dua kali.

Setelah insiden itu, kedua prajurit itu kembali ke rumah dan melaporkan ke satuannya. Kedua prajurit itu kemudian dipanggil ke Kodim Manggarai Barat pada hari itu juga untuk diambil keterangannya.

"Jadi memang ini persoalan yang sudah lama terjadi dan kemarin pada saat datang untuk melihat lokasi tanah terjadilah percekcokan. Akhirnya terjadilah pemukulan akibat berusaha untuk membela diri karena melihat bahwa Bapak Syarif ada pergerakan tangan yang berusaha mengambil parangnya," jelas Budiman.