Kelima, pendidikan dan kesehatan harus menjadi agenda kualitas. Guru harus dihormati dan disejahterakan. Pendidikan vokasi harus tersambung dengan kebutuhan industri. Layanan kesehatan primer harus semakin kuat. Pencegahan stunting, pemerataan tenaga kesehatan, ketersediaan obat, dan peningkatan mutu sekolah harus menjadi warisan yang dirasakan sampai ke pelosok negeri.

Keenam, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi harus memberi kepastian bahwa tidak ada kekuasaan yang kebal dari pertanggungjawaban. Pertumbuhan ekonomi tanpa keadilan akan melahirkan kecemburuan sosial. Pembangunan tanpa hukum yang berwibawa akan melahirkan ketidakpercayaan. Karena itu, kebebasan pers, masyarakat sipil, lembaga pengawas, dan kritik yang konstruktif harus dipandang sebagai bagian dari kekuatan demokrasi Indonesia.

Ketujuh, pertahanan dan diplomasi harus terus diperkuat. Di tengah persaingan global yang semakin keras, Indonesia harus tegak sebagai negara yang bebas, aktif, dihormati, dan mampu melindungi kepentingan nasionalnya. Modernisasi pertahanan, penguatan industri pertahanan, serta diplomasi ekonomi dan geopolitik harus dijalankan secara seimbang demi menjaga kedaulatan negara.

Pemerintahan Prabowo-Gibran telah memulai dengan agenda yang besar dan keberanian untuk mengambil langkah-langkah strategis. Tugas berikutnya adalah menjaga konsistensi, memastikan pelaksanaan di lapangan, serta membuka ruang evaluasi agar setiap kebijakan semakin tepat sasaran.

Rakyat membutuhkan hidup yang lebih aman, pangan yang lebih terjangkau, pekerjaan yang lebih baik, pendidikan yang lebih bermutu, layanan kesehatan yang lebih mudah, hukum yang lebih adil, dan masa depan yang lebih pasti bagi anak-anak mereka.

Tiga tahun ke depan harus menjadi masa ketika fondasi berubah menjadi prestasi. Bukan hanya prestasi pemerintahan, tetapi prestasi bangsa Indonesia. Sebab sejarah pada akhirnya tidak hanya mencatat siapa yang berkuasa, melainkan siapa yang sungguh-sungguh mampu membawa rakyatnya menjadi lebih berdaulat, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat.

Dengan kerja keras, kepemimpinan yang tegas, tata kelola yang bersih, serta dukungan seluruh elemen bangsa, saya meyakini pemerintahan Prabowo-Gibran dapat mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa: masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.

Bambang Soesatyo. Anggota Wantimpres RI, Ketua MPR RI ke-15 dan Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur.