Sementara itu, Aer Lingus mengalihkan penerbangan dari Dublin menuju Roma ke Normandia, Prancis, pada Kamis pagi. Maskapai LOT asal Polandia juga melaporkan ancaman keamanan terhadap dua penerbangan dari Warsawa, tetapi keduanya dinyatakan aman setelah menjalani pemeriksaan.

CEO Air France, Ben Smith mengatakan tidak ada penerbangan maskapainya yang terdampak. Meski demikian, ia menilai rangkaian ancaman yang terjadi secara bersamaan tersebut merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Ini sangat disayangkan, dan kami berharap kejadian ini tidak membuat konsumen mengurangi atau membatalkan rencana perjalanan mereka," ujar Smith.

Di sisi lain, Menteri Transportasi Amerika Serikat (AS) Sean Duffy menilai serangkaian insiden tersebut tampaknya merupakan ancaman palsu. Meski begitu, pemerintah AS tetap meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi dengan otoritas Eropa.

"Kami sangat serius dalam menjaga keselamatan. Karena itu, jika ada masalah atau ancaman di wilayah udara, kami akan menutupnya," kata Duffy.