NADIKABAR.COM — Sebanyak 27 penerbangan di Eropa terganggu akibat serangkaian ancaman bom yang diduga palsu pada Kamis (5/11). Sejumlah pesawat terpaksa mendarat darurat hingga dikawal jet tempur.

Dikutip dari CNBC, Jumat (6/11/2026), gangguan penerbangan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk London, Dublin, dan Helsinki. Maskapai Aer Lingus, Finnair, Wizz Air, dan LOT asal Polandia mengonfirmasi bahwa sejumlah penerbangan mereka ikut terdampak.

Insiden ini merupakan yang kedua dalam sepekan. Sebelumnya, tujuh pesawat penumpang di Eropa, termasuk dua penerbangan dari Inggris, menerima ancaman serupa pada Selasa (3/11).

Pemerintah Inggris menyebut situasi tersebut merupakan ancaman palsu yang disengaja. Finnair melaporkan dua penerbangannya menerima ancaman bom pada Kamis.

Penerbangan pertama dari Helsinki menuju Roma membawa 144 penumpang dan tujuh awak, sedangkan penerbangan kedua menuju Wina mengangkut 177 penumpang dan enam awak.

Kedua pesawat berhasil mendarat dengan selamat dan seluruh penumpang telah turun. Pemeriksaan yang dilakukan otoritas setempat di Roma dan Wina juga tidak menemukan benda mencurigakan.

"Sayangnya, lalu lintas udara terkadang menghadapi ancaman, seperti yang kita lihat pekan ini ketika maskapai lain di Eropa juga menerima ancaman bom palsu. Ancaman seperti ini hampir selalu tidak berdasar," kata Finnair dalam keterangannya.

Maskapai berbiaya rendah asal Hungaria, Wizz Air, juga mengonfirmasi dua penerbangannya menjadi sasaran ancaman bom. Penerbangan dari Bandara Malpensa di Milan menuju Bandara Otopeni di Bukares berhasil mendarat dengan selamat, sementara penerbangan lainnya menuju Warsawa terpaksa dialihkan.

Ancaman terhadap penerbangan menuju Bukares dilaporkan ketika pesawat hampir mencapai tujuan. Setelah mendarat, petugas keamanan memeriksa dan memastikan pesawat dalam kondisi aman.

"Insiden ini terjadi di tengah serangkaian ancaman bom serupa yang memengaruhi sejumlah maskapai di Eropa dalam beberapa hari terakhir," ujar Wizz Air.

Sementara itu, Aer Lingus mengalihkan penerbangan dari Dublin menuju Roma ke Normandia, Prancis, pada Kamis pagi. Maskapai LOT asal Polandia juga melaporkan ancaman keamanan terhadap dua penerbangan dari Warsawa, tetapi keduanya dinyatakan aman setelah menjalani pemeriksaan.

CEO Air France, Ben Smith mengatakan tidak ada penerbangan maskapainya yang terdampak. Meski demikian, ia menilai rangkaian ancaman yang terjadi secara bersamaan tersebut merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Ini sangat disayangkan, dan kami berharap kejadian ini tidak membuat konsumen mengurangi atau membatalkan rencana perjalanan mereka," ujar Smith.

Di sisi lain, Menteri Transportasi Amerika Serikat (AS) Sean Duffy menilai serangkaian insiden tersebut tampaknya merupakan ancaman palsu. Meski begitu, pemerintah AS tetap meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi dengan otoritas Eropa.

"Kami sangat serius dalam menjaga keselamatan. Karena itu, jika ada masalah atau ancaman di wilayah udara, kami akan menutupnya," kata Duffy.