Airlangga menjelaskan data penerima akan disiapkan bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Pemerintah menyiapkan setoran awal Rp50 ribu per rekening dengan anggaran sekitar Rp1,28 triliun untuk tahap tersebut.

"Setoran awal disiapkan Rp50 ribu dan anggarannya Rp1,28 triliun," ujarnya.

Ia menegaskan program ini tak sekadar bertujuan membuka rekening baru, tetapi juga memperluas penggunaan layanan keuangan untuk penyaluran bantuan pemerintah dan mendukung kegiatan produktif masyarakat.

"Ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," ucap Airlangga.

Airlangga sebelumnya memastikan masyarakat yang sudah memiliki rekening bank tetap berpeluang memperoleh saldo awal Rp50 ribu dalam program tersebut.