Menurutnya, pelemahan rupiah akan membuat pembayaran pinjaman luar negeri semakin mahal dan berisiko menjadi bencana bagi perekonomian Indonesia.
Hashim meminta para pengusaha anggota Kadin segera menghentikan praktik manipulasi harga saham atau goreng saham.
Ia menyoroti saham-saham dengan jumlah saham beredar di publik (free float) terbatas dan rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) yang dinilai tidak masuk akal.
"Saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan. Mohon dengan sangat praktik goreng-gorengan segera dihentikan karena pemerintah sudah berkehendak untuk menindak tegas," kata Hashim.
Hashim menyebut persoalan tersebut menjadi perhatian MSCI dan investor asing. Ia juga menyinggung 32,7 juta warga Indonesia yang memiliki rekening efek dan terdampak penurunan nilai saham.