"Pada saat pertemuan dengan Ibnu Mas'ud itu, apakah dia menawarkan dua opsi, Pak? Yang pertama adalah 1, membeli paket haji khusus yang dimiliki oleh PT Muhibbah atau membayar visa haji khusus percepatan sebesar USD 4.500 per pax, dan pada akhirnya Saudara mengambil opsi yang kedua yaitu dengan membayar visa haji khusus percepatan sebesar USD 4.500 per pax?" tanya jaksa.
"Tidak ada hubungannya dengan fee percepatan saat itu?" tanya jaksa.
"Nggak, saya nggak paham sama sekali kalau itu percepatan, karena kami cuma tahu ini ada visa dan visa itu bisa dipakai," jawab Basalamah
Basalamah mengaku tak pernah bertanya kepada Kementerian Agama terkait fee percepatan itu. Dia mengaku hanya mengetahui urusan permintaan uang itu dari ucapan Ibnu selaku Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
"Karena di sini Saudara sempat ada menyinggung, nomor 9-nya, 'Posisi kami Uhud Tour sama seperti jemaah,' kan begitu. 'Dikarenakan memang semua urusan administrasi akan disiapkan oleh Ibnu Mas'ud dan kami hanya diminta untuk membayar biaya visa haji khusus percepatan yang nilainya USD 4.500'. Seperti itu, Saudara Saksi?" tanya jaksa.
Pindah dari Furoda ke Khusus karena Ditawari Maktab VIP
Basalamah mengatakan Ibnu menawarkan maktab VIP. Dia mengatakan tawaran itu membuat jemaah yang seharusnya berangkat lewat jalur furoda berubah menjadi lewat jalur haji khusus dari kuota tambahan.
"Ditawarkan mau nggak dengan skema seperti ini, setujulah, akhirnya tadi Saudara menceritakan apa yang tadi Saudara terangkan di awal?" ujar jaksa.
"Iya, terutama pada saat dia menawarkan maktab VIP itu sebagai fasilitas nanti jemaah bisa," ujar Basalamah.
"Dan uang jemaah 121 orang itu duitnya sudah di-collect oleh Uhud Tour sebelum digeser ke Muhibbah?" tanya jaksa.
Sebagai informasi, maktab dalam urusan haji biasanya diartikan sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan akomodasi, konsumsi hingga transportasi saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Fasilitas VIP biasanya merujuk pada lokasi tenda atau tempat menginap jemaah saat puncak haji yang lebih memudahkan pergerakan jemaah. Maktab VIP ini biasanya digunakan oleh jemaah haji khusus.
Basalamah mengatakan Ibnu kemudian meminta tambahan uang USD 1.000 per jemaah untuk 37 orang. Dia mengatakan uang itu terpaksa dibayarkan.
"Nah selanjutnya, Saudara Saksi, di sini kami menemukan ada informasi bahwa Ibnu Mas'ud minta tambahan uang USD 1.000 per pax untuk 37 orang Uhud Tour, itu seperti apa ceritanya?" tanya jaksa.
"Iya. Itu karena 37 itu belum keluar namanya waktu itu menurut PT Muhibbah. Jadi staf kami mem-follow up, 'Ini kenapa masih ada jemaah yang belum jelas, belum keluar namanya?' Kata dia, 'Kalau mau keluar ya bayar tambah satu orang USD 1.000'. Maka kami sempat negosiasi awalnya, kenapa kok harus bayar? Kenapa nggak sama aja yang lainnya? Karena kan ini sama jemaahnya. Ya kalau mau silakan, kalau nggak mau ya berarti akan sulit maksudnya yang 37 itu. Maka kami terpaksa membayar itu," jawab Basalamah.