Luhut menyebut sumber dana untuk bansos berasal dari berbagai penghematan yang dilakukan pemerintah. Dari perhitungannya pemerintah berhasil menghemat Rp 1.200 triliun lewat digitalisasi.

"Dan tadi pertanyaannya dari mana uangnya? Ya nanti saya kira fiskal kemarin Presiden dengan penghematan digitalisasi yang kami hitung bisa mencapai Rp 1.200 triliun, itu angka itu bisa akan turun ke bawah," jelas Luhut.

Luhut menambahkan, 50 juta masyarakat penerima bansos itu merupakan kelompok dari desil 1-5. Namun, ia juga menyinggung bahwa saat ini pemerintah masih melakukan perbaikan data desil agar lebih akurat.