Kendala ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Airbus. Apalagi Airbus sedang menggenjot produksi pesawat lorong tunggal atau narrow-body dari sekitar 60 unit per bulan menjadi 75 unit per bulan.

Meski maskapai masih terus menerima pengiriman dari Airbus, regulator penerbangan Eropa kabarnya bisa saja menerbitkan aturan wajib agar cacat ini lekas diperbaiki dalam batas waktu tertentu.