NADIKABAR.COM — Jangan menyepelekan tanda-tanda insomnia yang muncul berulang. Gangguan insomnia bukan hanya berupa kesulitan tidur, tetapi juga bisa membuat penderitanya sering terbangun di malam hari dan tetap merasakan kelelahan meskipun sudah tidur yang cukup.

Mengenali tanda-tanda insomnia penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah. Berikut adalah ciri-ciri umum yang dirasakan oleh penderita insomnia:

Salah satu tanda insomnia yang paling umum adalah sulit untuk memulai tidur. Meskipun tubuh sudah terasa lelah dan mengantuk, pikiran tetap aktif bekerja hingga membuat tubuh tetap terjaga.

Terus memikirkan tentang hari esok atau kondisi tubuh yang tidak rileks membuat seseorang kesulitan tidur sehingga membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk terlelap.

Tidur seharusnya berlangsung tanpa jeda agar tubuh mendapat waktu yang cukup untuk beristirahat. Siklus tidur akan terganggu jika sering terbangun berkali-kali.

Situasi ini biasanya membuat seseorang sulit untuk tidur lagi setelah terbangun. Mereka cenderung berganti posisi, melihat jam, dan membuat rasa mengantuk hilang. Harvard Medical School menemukan bahwa kondisi ini umum terjadi di lansia.

Menurut Cleveland Clinic, bangun sebelum waktu yang direncanakan dan kesulitan untuk kembali tidur juga menjadi salah satu ciri insomnia.

Penderita insomnia mungkin terbangun pada pukul 03.00 atau 04.00 dan sulit untuk tidur kembali. Kondisi ini bisa memberikan suasana negatif untuk keesokan harinya dan membuat waktu tidur semakin singkat.

Tidur selama tujuh atau delapan jam tidak selalu membuat tubuh terasa segar ketika bangun.

Otak dan tubuh tidak menjalani proses pemulihan yang efektif selama tidur sehingga tubuh tetap merasa lelah meskipun waktu istirahat sudah cukup.

Harvard Medical School menjelaskan bahwa menurunnya kualitas tidur bisa menyebabkan tubuh terasa tidak segar dan lelah untuk menjalani aktivitas hari-hari.

5. Sulit berkonsentrasi atau mengingat

Kurang tidur bisa mempengaruhi fungsi kognitif seseorang. Otak membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk menyimpan ingatan dan mengolah informasi dengan baik.

Tidur yang tidak berkualitas mengakibatkan menurunnya kemampuan berkonsentrasi pada tugas, mengingat informasi penting, dan mengambil keputusan.

Mayo Clinic mengatakan bahwa kondisi ini juga dapat membuat respons menjadi lebih lambat dari biasanya, termasuk saat melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus seperti berkendara.

Kurang tidur bisa mempengaruhi suasana hati dan membuat emosi lebih sulit di kontrol. Penderita insomnia biasanya lebih mudah untuk tersinggung, cemas, dan depresi.

Perubahan suasana hati ini dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap hal-hal kecil yang biasanya tidak terlalu mengganggu.

7. Khawatir berlebihan tentang tidur

Penderita insomnia merasa khawatir berlebihan saat mendekati waktu tidur. Mereka akan memikirkan apakah akan tertidur lelap atau justru terjaga sepanjang malam. Kekhawatiran ini justru akan memperburuk kondisi insomnia.