Untuk mengatasi kesenjangan keterampilan tersebut, pemerintah menyiapkan program pelatihan SMK Go Global. Pemerintah menargetkan 500 ribu calon pekerja migran dapat mengikuti program tersebut yang nantinya dikirim ke luar negeri pada periode 2026-2029.
"Sektor hospitality, kemudian kesehatan, termasuk juga di manufaktur juga besar permintaan, konstruksi, juga transportasi, dan kita semuanya kita ada, jadi palugada, apa lu mau gue ada, kira-kira gitu lah," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong penguatan sinergi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian P2MI dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar global.
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas pendidikan dan pelatihan vokasi industri guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sarmuji menjelaskan, Kemenperin memiliki ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang lengkap, mulai dari balai diklat industri, politeknik, sekolah menengah kejuruan (SMK), hingga akademi komunitas.