"Tiap hari nambah sebetulnya, setiap kali kita mengangkat cerukuk baru, papan baru dari kanal, itu kan datanya selalu bertambah ya. Jadi yang terakhir saya tidak tahu, tapi kalau ngomong di atas 4.000-an ya pasti lebihlah ya.

Dalam hal ini, temuan bersejarah tersebut mencakup beragam benda lepas seperti keramik dari berbagai kebudayaan. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta yang dulunya dikenal sebagai Sunda Kelapa hingga Batavia ini sudah lama menjadi salah satu pusat perdagangan lintas negara di tanah Nusantara.

"Buktinya ketika kita menemukan keramik-keramik ini, jelas bahwa ada perdagangannya antara Jepang dan Indonesia, dan lokasinya adalah di Batavia, di sini, karena Batavia pusatnya gula pada waktu itu," jelasnya.

"Dari benda-benda kecil yang kelihatannya remeh-temeh gitu, tapi ketika kita melakukan analisis, memperbandingkan dengan apa yang di Jepang, yang juga di Thailand dan Kamboja, kita bisa lihat bahwa dulu ada sea routes ya, yang menghubungkan antara Jepang sama Indonesia. Itu baru Jepang ya, belum India, belum China," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama Project Management for Construction 2 MRT, Indra Gunawan, mengatakan salah satu temuan paling mencolok dan berskala besar adalah saluran air terakota.