Struktur saluran air kuno ini membentang mulai dari area Pintu Besar Selatan hingga ke ujung Stasiun Jakarta Kota. Berdasarkan hasil penelitian arkeologis, jaringan kanal dan saluran air ini bukan hasil karya kolonial Belanda, melainkan karya penduduk Jakarta sebelum era penjajahan yang menunjukkan bahwa teknologi masyarakat lokal zaman itu tidak kalah dari negara-negara penjajah.

"Temuan besarnya salah satunya adalah saluran air terakota ya, seperti yang tadi dijelaskan sama Prof. Junus gitu, dari mulai Pintu Besar Selatan sampai ke ujungnya di sini kurang lebih ke area Stasiun Jakarta Kota. Itu salah satu yang temuan besarnya," ungkapnya.

Kendati temuan-temuan ini membuat MRT harus melakukan penyesuaian teknik di lapangan, Perseroda memastikan alur pengerjaan fisik tidak terganggu secara keseluruhan. Proses penyelamatan artefak dilakukan secara bertahap dan selaras dengan progres konstruksi.

"Sebetulnya kalau secara project timeline bisa kita sesuaikan. Penyerahan temuan arkeologi itu kita sesuaikan juga dengan urutan progres pekerjaan di lapangan. Sejauh ini di (paket kontrak) 203 masih sejalan," kata Indra.