NADIKABAR.COM — Benua Afrika ternyata sedang perlahan-lahan terbelah. Proses ini memang tidak akan terjadi dalam waktu dekat bagi manusia, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bagian Afrika Timur sudah memasuki tahap penting menuju perpecahan benua.
Jika proses tersebut terus berlangsung, jutaan tahun dari sekarang sebuah lautan baru dapat terbentuk di antara dua bagian Afrika. Temuan ini berasal dari penelitian terhadap Turkana Rift, zona retakan sepanjang sekitar 500 kilometer yang membentang di Kenya dan Ethiopia. Wilayah tersebut merupakan bagian dari East African Rift System, tempat lempeng tektonik bergerak saling menjauh.
Para ilmuwan menganalisis data seismik untuk mengetahui struktur bawah permukaan Turkana Rift. Hasilnya mengejutkan, mengingat kerak Bumi di bagian tengah retakan ternyata hanya memiliki ketebalan sekitar 13 kilometer. Sebagai perbandingan, kerak di bagian tepi wilayah retakan memiliki ketebalan lebih dari 35 kilometer.
Ketika kerak benua di zona retakan menipis hingga sekitar 15 kilometer, wilayah tersebut dianggap telah memasuki tahap yang disebut necking. Pada tahap ini, deformasi semakin terkonsentrasi di sepanjang sumbu retakan. Kerak yang semakin tipis juga menjadi semakin lemah, sehingga proses pemisahan dapat terus berlangsung.
"Kami menemukan bahwa proses retakan di zona ini lebih maju, dan keraknya lebih tipis, daripada yang selama ini diketahui," kata Christian Rowan, geosaintis dari Columbia University sekaligus salah satu peneliti, dikutip dari Science Alert, Minggu (20/9/2026).