Namun, jangan membayangkan Afrika akan terbelah dalam beberapa tahun atau abad. Para ilmuwan memperkirakan proses tersebut masih membutuhkan beberapa juta tahun. Jadi, ini adalah perubahan yang sangat lambat jika dilihat dari skala kehidupan manusia, tetapi relatif cepat dalam sejarah geologi Bumi.

Ada bagian lain dari temuan ini yang tidak kalah menarik. Turkana Rift selama ini terkenal sebagai salah satu kawasan penting dalam penelitian evolusi manusia karena banyak ditemukan fosil hominin, termasuk fosil manusia purba.

Penelitian terbaru memberikan kemungkinan penjelasan mengapa begitu banyak fosil dapat ditemukan di kawasan tersebut. Ketika proses necking dimulai sekitar 4 juta tahun lalu, perubahan tektonik membuat sedimentasi di kawasan Turkana meningkat. Lapisan sedimen yang tebal kemudian dapat mengubur dan mengawetkan sisa-sisa makhluk hidup.

"Kesesuaian waktu antara perubahan tektonik ini dan munculnya lapisan tebal yang terus-menerus mengandung fosil menunjukkan bahwa fase necking menyediakan kondisi penting bagi pelestarian fosil," tulis para peneliti dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

Dengan kata lain, banyaknya fosil manusia purba di Turkana mungkin tidak semata-mata karena kawasan tersebut merupakan tempat yang sangat istimewa bagi kehidupan manusia purba. Proses geologi yang perlahan merobek Afrika justru mungkin menciptakan kondisi yang sangat baik untuk mengawetkan jejak kehidupan masa lalu.