"Afrika Timur telah mengalami kemajuan lebih jauh dalam proses retakan dibandingkan perkiraan sebelumnya," imbuhnya.
Penelitian tersebut memperkirakan fase necking di Turkana Rift mulai sekitar 4 juta tahun lalu. Artinya, proses pemisahan benua di wilayah tersebut bukan fenomena baru, melainkan proses geologi yang sudah berlangsung sangat lama.
Ketika dua bagian kerak terus bergerak menjauh, kerak benua akan semakin meregang dan menipis. Pada tahap berikutnya, magma dari bawah permukaan dapat naik melalui bagian kerak yang semakin tipis.
Magma yang mencapai permukaan kemudian mendingin dan membentuk batuan baru. Dalam jangka sangat panjang, proses tersebut dapat menghasilkan kerak samudra. Tahap inilah yang disebut oceanization, ketika retakan benua berkembang menjadi cekungan laut.
Jika proses tersebut berlanjut selama jutaan tahun, air laut dari wilayah sekitarnya pada akhirnya dapat masuk ke cekungan baru tersebut. Dengan demikian, terbentuklah lautan baru yang memisahkan bagian timur Afrika dari bagian benua lainnya.