Ghani menegaskan setiap informasi mengenai potensi kebakaran harus ditindaklanjuti melalui verifikasi kondisi lapangan, pelaporan yang jelas, dan kesiapan penanganan.

"Potensi kebakaran harus diantisipasi sedini mungkin sehingga keselamatan masyarakat dan pekerja, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan operasional dapat terlindungi," kata Ghani.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Agrinas Palma juga meninjau command centre BNPB. Fasilitas tersebut memanfaatkan data dan teknologi untuk memantau potensi ancaman, mendukung pengambilan keputusan, serta memperkuat koordinasi penanganan di lapangan.

Sementara itu Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menilai pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat.

"Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat. Agrinas Palma memiliki peran penting dalam memastikan kesiapsiagaan di wilayah yang dikelolanya," ujarnya.