Kristomei juga menekankan pentingnya menghubungkan informasi hasil pemantauan dengan tindakan nyata. Dengan demikian, setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sesuai prioritas.
Agrinas Palma menyatakan pencegahan karhutla merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Pengelolaan risiko yang profesional, akuntabel, dan bertanggung jawab diharapkan dapat menjaga produktivitas perkebunan, melindungi aset negara, serta memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat.
Komitmen tersebut juga berkaitan dengan peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian energi nasional melalui pengelolaan perkebunan, pengembangan industri hilir, serta penguatan ekosistem bioenergi.
Ke depan, Agrinas Palma akan terus memperkuat kesiapsiagaan internal dan koordinasi dengan BNPB serta pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi ancaman karhutla di wilayah operasional perusahaan.