Meski saat ini batasan tersebut sudah tidak lagi dicantumkan, kandungan kolesterol dalam pangan tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan sehat, terutama bagi orang dengan kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan asam urat.
Karena itu, kata dia lagi, konsumsi ampela sebaiknya mempertimbangkan porsi, frekuensi, dan keseimbangan asupan pangan sehari-hari.
"Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” kata Aries menambahkan.