NADIKABAR.COM β€” Ahli gizi yang juga dosen Program Studi llmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University Muhammad Aries SP MSi mengungkap ampela ayam tetap memiliki kandungan gizi yang baik, terutama protein dan beberapa mineral meski termasuk jeroan.

"Dibandingkan banyak jeroan lain, ampela relatif tinggi protein dan rendah lemak total," kata Muhammad Aries dalam keterangannya, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Ampela ayam dapat menjadi pilihan lauk bergizi, karena kaya protein, zat besi, vitamin B12, dan zink. Di sisi lain, kandungan kolesterolnya relatif tinggi, sehingga harus diolah dengan benar.Ia menyarankan ampela diolah dengan cara direbus, dipanggang, atau ditumis menggunakan sedikit minyak. Konsumsi juga sebaiknya disertai sayuran dan sumber serat, serta membatasi penggunaan santan kental, garam, dan minyak berlebih.

β€œAmpela ayam dapat dikategorikan sebagai pangan bergizi tinggi. Dalam 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink,” katanya pula.

Berbagai kandungan zat gizi tersebut, kata dia lagi, bermanfaat untuk mendukung pembentukan jaringan tubuh, sel darah merah, fungsi saraf, dan sistem kekebalan tubuh.

Meski demikian, Aries mengatakan, status bergizi tinggi tidak berarti ideal untuk dikonsumsi tanpa batas. Sebab, ampela juga mengandung kolesterol tinggi.

"Ampela mengandung kolesterol cukup tinggi, sehingga konteks keseluruhan pola makan lebih penting daripada menilai satu bahan makanan secara terpisah,” ujarnya pula.

Aries memaparkan bahwa dalam setiap 100 gram ampela ayam matang, terkandung sekitar 370 mg kolesterol. Jumlah ini lebih tinggi daripada rekomendasi asupan kolesterol (< 300 mg per hari) yang pernah digunakan dalam panduan diet Amerika Serikat.

Meski saat ini batasan tersebut sudah tidak lagi dicantumkan, kandungan kolesterol dalam pangan tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan sehat, terutama bagi orang dengan kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan asam urat.

Karena itu, kata dia lagi, konsumsi ampela sebaiknya mempertimbangkan porsi, frekuensi, dan keseimbangan asupan pangan sehari-hari.

"Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” kata Aries menambahkan.