Paus Leo XIV menyoroti keputusan-keputusan yang menurutnya tidak boleh diserahkan kepada mesin. Hal tersebut mencakup keputusan yang menyangkut kehidupan manusia, kebebasan, dan penggunaan kekuatan.

Ia secara khusus menyebut penggunaan AI untuk menyusun daftar target, basis data pengawasan perbatasan, hingga pengoperasian senjata otonom.

Lebih jauh, Paus Leo XIV menilai teknologi cerdas harus diarahkan untuk kepentingan bersama. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama internasional dan lembaga yang memiliki kemampuan mengawasi penerapan prinsip-prinsip tersebut.

Disampaikannya pengembangan AI membutuhkan standar bersama, pengawasan independen, serta mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

"Apa yang saat ini kita butuhkan adalah lembaga-lembaga yang mampu menerapkan prinsip-prinsip ini, khususnya lembaga internasional yang efektif dan dapat melindungi kepentingan bersama secara global," kata Paus Leo XIV.

"Hal ini membutuhkan standar bersama, pengawasan independen, dan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas, sehingga keputusan mengenai pengembangan dan penggunaan AI dapat diperiksa, ditentang jika diperlukan, serta disertai dengan pemulihan yang sesuai atas segala kerugian yang ditimbulkan," ucapnya menambahkan.