NADIKABAR.COM — Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membantu guru membuat dokumen, menerjemahkan informasi, hingga berkomunikasi dengan orang tua siswa di Korea Selatan berpeluang diperkenalkan ke Indonesia. LG CNS ingin membawa pengalaman pengembangan platform bernama G-ONE tersebut ke Tanah Air.
President Director PT LG CNS Indonesia, Mark Mansik Won, mengungkapkan ketertarikannya memperkenalkan G-ONE kepada pemerintah Indonesia dalam wawancara eksklusif dengan NadiKabar. Namun, penerapannya masih membutuhkan penyesuaian dan persetujuan pemerintah.
G-ONE merupakan platform AI pendidikan yang dikembangkan LG CNS untuk Gyeonggi Provincial Office of Education di Korea Selatan. Sistem ini dirancang untuk membantu pekerjaan administrasi sekolah sekaligus menyediakan layanan informasi bagi siswa dan orang tua.
"Ini merupakan platform AI pendidikan yang terintegrasi, bukan hanya untuk siswa, tetapi juga orang tua dan staf sekolah. Sistem ini memiliki asisten administrasi AI yang bisa membantu guru membuat dokumen," ujar Mark.
Melalui fitur AI Administrative Assistant, guru dapat memanfaatkan AI untuk menyusun draf dokumen, membuat ringkasan, hingga menerjemahkan informasi. Teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan administratif.
Selain membantu administrasi, G-ONE dilengkapi fitur AI Communication Helper yang mempermudah komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua.
Mark menjelaskan, kebutuhan tersebut cukup besar di Provinsi Gyeonggi karena terdapat keluarga dari lebih dari 40 negara dengan latar belakang bahasa berbeda.