Perbedaan bahasa kerap menjadi tantangan bagi guru ketika harus menyampaikan informasi sekolah. G-ONE dirancang untuk membantu mengatasi kendala tersebut melalui dukungan AI.

Platform ini menggunakan pendekatan sovereign AI atau AI berdaulat dengan memanfaatkan model LG EXAONE yang disesuaikan menggunakan data pendidikan Gyeonggi.

G-ONE juga dirancang untuk dijalankan secara on-premises, sehingga data pendidikan dapat dikelola dalam infrastruktur yang dikendalikan institusi terkait, tanpa harus mengirimkan dokumen sensitif ke layanan AI publik.

Pendekatan tersebut penting karena dokumen sekolah dapat mengandung informasi pribadi siswa, guru, dan orang tua yang membutuhkan perlindungan.

LG CNS mengungkap proyek pengembangan G-ONE bernilai sekitar 38 miliar won Korea Selatan dan diberikan pada 2025. Perusahaan menyebutnya sebagai salah satu proyek AI sektor publik terbesar di Korea Selatan.

G-ONE juga mendapat pengakuan internasional dalam ajang ASOCIO Digital & AI Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 6 Oktober 2026.