NADIKABAR.COM — Kebutuhan infrastruktur digital Indonesia diperkirakan semakin besar seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) ungkap strategi terbaru industri.
Ketua Umum Apjatel Jerry Siregar mengatakan, jaringan fiber optik menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan ekosistem digital. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung layanan internet berkecepatan tinggi, tetapi juga menjadi tulang punggung operasional pusat data (data center), komputasi awan (cloud computing), hingga berbagai aplikasi berbasis AI.
Disampaikannya, perkembangan teknologi AI menuntut infrastruktur konektivitas yang semakin andal, berkapasitas besar, dan menjangkau lebih banyak wilayah.
"Kolaborasi menjadi kunci agar industri telekomunikasi khususnya fixed broadband dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mendukung kedaulatan serta transformasi digital Indonesia," ujar Jerry dikutip NadiKabar, Kamis (5/11/2026).
Berdasarkan Laporan Kinerja Komdigi 2025, panjang jaringan fiber optik terrestrial di Indonesia mencapai sekitar 1,02 juta kilometer. Sementara itu, jaringan fiber optik bawah laut mencapai sekitar 131,2 ribu kilometer.