Meski demikian, jangkauan fiber optik terrestrial baru mencakup 5.253 dari total 7.285 kecamatan atau sekitar 72,11%. Artinya, masih terdapat kebutuhan perluasan jaringan untuk memperkecil kesenjangan konektivitas antardaerah.

Selain memperluas jangkauan, Apajtel menyoroti persoalan penataan jaringan fiber optik yang selama ini terpasang di berbagai wilayah. Penataan diperlukan agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak hanya mengejar perluasan jaringan, tetapi juga memperhatikan keselamatan, estetika kota, dan keandalan layanan.

Salah satu upaya yang didorong adalah penataan jaringan kabel udara secara bertahap menuju kabel tanam bersama. Program ini membutuhkan koordinasi antara penyelenggara jaringan, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Berdasarkan data program Apjatel di wilayah Jabodetabek, Serang, dan Banten periode 2021-2026, penataan jaringan telah mencakup 363 lokasi dengan total panjang 604,771 kilometer.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 281 lokasi dengan panjang 403,218 kilometer telah selesai ditata. Sementara 82 lokasi lainnya dengan panjang 201,553 kilometer masih dalam pengerjaan.