Acara yang dihadiri oleh seluruh jajaran sineas, produser, sutradara, serta para pemeran ini menjadi ruang refleksi mendalam mengenai nilai kemanusiaan, sejarah pergerakan mahasiswa era 90-an, hingga rincian proses kreatif di balik layar.

"Film ini memang mengisahkan berbagai hal tentang peristiwa-peristiwa di masa lalu, terutama di akhir era 90-an. Namun, di balik peristiwa tersebut, ada manusia, ada orang-orang, serta ada keluarga yang sebetulnya merupakan inti utama dari cerita ini. Kisah tentang keluarga Laut adalah cerita tentang kita semua, karena narasi tentang kemanusiaan itu tidak pernah mengenal batas geografis maupun waktu," kata produser Budi Setyarso.

Pemeran Biru Laut, Reza Rahadian menambahkan, ketika ditanya mengenai relevansi pergerakan era tersebut dengan masa kini ialah sama-sama menggemakan harapan.

"Saya selalu yakin bahwa kita tidak bisa berhenti untuk bertumpu pada harapan. Hal itu karena pada akhirnya, salah satu hal paling berharga yang bisa kita pegang teguh adalah harapan itu sendiri. Film ini turut menggemakan harapan-harapan tersebut. Sebuah harapan pada kekuatan suara-suara anak muda, serta harapan pada bagaimana sikap kritis mereka dalam melakukan berbagai macam hal," kata Reza.