NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian merangkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mencopot delapan pejabat di lingkungan Perum Bulog dan Bapanas menyusul kasus dugaan pengoplosan beras subsidi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium.
Selain itu, dua pejabat lainnya mendapat surat peringatan.
Amran mengatakan pencopotan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban pimpinan atas dugaan penyalahgunaan beras subsidi yang terungkap di wilayah Jakarta.
Ia menyebut para pejabat yang dicopot berasal dari Bulog dan Bapanas sementara proses pemeriksaan terhadap kemungkinan keterlibatan mereka masih berjalan.
"Hari ini kita, Bulog dengan Bapanas, ada 10 orang. Peringatan ada (kepada) dua (orang), (diberikan) peringatan. Delapan (orang) kita copot," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).
Ia mengatakan kasus pengoplosan beras SPHP yang sebelumnya ditemukan di Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) kini diproses secara hukum. Menurut Amran, sudah ada tersangka dalam perkara tersebut namun ia belum merinci identitas maupun jabatan para pihak yang terlibat.
Amran menjelaskan modus yang diduga dilakukan pelaku adalah membeli beras SPHP melalui mekanisme resmi Bulog, kemudian membuka kemasan dan memindahkan beras ke karung lain. Beras tersebut selanjutnya dijual dalam kemasan besar atau diolah dan dicampur untuk dipasarkan sebagai beras premium dengan harga lebih tinggi.