NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menanggapi keluhan masyarakat soal harga tepung tapioka yang melonjak di tengah rencana pemerintah mengekspor singkong.

Ia menilai rencana ekspor menunjukkan produksi singkong dalam negeri berlebih dan membuka peluang penjualan ke pasar luar negeri dengan harga yang lebih baik.

"Kalau itu mungkin kan produksi singkong kita banyak, kan. Diekspor kan berarti berlebih. Dia mau ekspor mereka, masyarakatnya. Mungkin harganya di negara tujuan pasti lebih bagus. Ya kan? Pasti lebih bagus," ujar Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

Adapun pemerintah berencana mengekspor singkong dalam bentuk produk olahan tepung mocaf (modified cassava flour) pada pekan depan. Namun, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas ) ini belum mengungkap negara tujuan ekspor yang disasar.

Rencana tersebut muncul setelah pemerintah menghentikan impor singkong. Amran mengatakan kebijakan itu dilakukan untuk memperbaiki harga jual singkong di tingkat petani yang sebelumnya sempat anjlok hingga Rp700 per kilogram (kg).

Menurut dia, harga singkong kini telah mencapai sekitar Rp3.000 per kg. Pemerintah berharap kenaikan harga tersebut dapat memperbaiki pendapatan petani sekaligus mendorong produksi dalam negeri.

Di sisi lain, rencana ekspor singkong memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan pasokan bahan baku bagi industri tepung dan kebutuhan pasar domestik. Terlebih, masyarakat belakangan mengeluhkan kenaikan harga tepung tapioka di pasaran.

Keluhan tersebut ramai dibagikan warganet di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut harga tepung tapioka naik dari sekitar Rp8.000-Rp10 ribu menjadi Rp16 ribu per kg. Ada pula pedagang yang mengaku harga tepung tapioka per karung meningkat dari sekitar Rp175 ribu menjadi Rp325 ribu.

Warganet juga menyoroti kenaikan harga sejumlah bahan pangan lain, seperti tepung terigu, tepung beras, dan tepung ketan.

Mereka mengkhawatirkan lonjakan harga bahan baku tersebut akan menambah biaya produksi makanan berbahan tepung, termasuk cimol, cilok, cireng, dan jajanan lainnya.

Angka-angka tersebut merupakan laporan warganet berdasarkan pengalaman di daerah masing-masing dan belum mencerminkan data harga nasional yang terverifikasi.

Sebelumnya, Amran menyampaikan kenaikan harga singkong setelah penghentian impor disambut baik oleh petani. Pemerintah berharap pengolahan singkong menjadi tepung mocaf dapat meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut sekaligus membuka pasar ekspor.