NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan skema penyerapan jagung oleh Perum Bulog untuk menjaga pasokan bahan baku pakan bagi peternak.
Melalui sistem tersebut, jagung yang melimpah saat panen akan dibeli dan disimpan sebagai cadangan, kemudian dapat diambil kembali oleh peternak ketika memasuki musim paceklik.
Skema ini akan menghubungkan petani jagung, koperasi, peternak, dan Bulog dalam satu rantai pasok.
Pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan jagung untuk kebutuhan pakan ternak.
"Kita hari ini tunaikan janji. Setelah peternak seluruh Indonesia, perwakilannya ada 1.000 lebih, datang ke Jakarta menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir," ujar Amran dalam keterangan resmi di Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11).
Dalam skema yang disiapkan, peternak akan menjadi pembeli atau offtaker hasil panen jagung petani. Jika produksi sedang berlebih, Bulog akan menyerap jagung tersebut dan menyimpannya melalui mekanisme resi gudang.
Cadangan itu nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh peternak ketika pasokan mulai terbatas, terutama pada periode September hingga November.
Dengan demikian, peternak tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan jagung di pasar saat musim paceklik.