"Ini tanam jagung, kemudian offtaker-nya peternak. Kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog, menjadi resi gudang. Begitu masa paceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem, ini solusi permanen," jelasnya.

Amran mengatakan koperasi akan menjadi penghubung antara petani jagung dan peternak. Koperasi yang sudah berjalan tak perlu dibubarkan atau diganti, melainkan diperkuat agar dapat mengakomodasi kebutuhan pasokan dan distribusi jagung.

Dukungan pasokan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebelumnya juga telah diterima sejumlah peternak.

Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Kabupaten Nganjuk Zainuddin mengatakan bantuan jagung tersebut membantu peternak menghadapi kenaikan harga bahan baku pakan.

Ia menyebut harga jagung di pasaran telah mencapai Rp7.800 per kilogram (kg), sedangkan jagung SPHP yang diterima peternak dijual Rp5.500 per kg. Bantuan tersebut telah disalurkan dalam dua tahap.

"Harga pakan pabrikan selalu naik dan naik terus tanpa ada kompromi. Jagung di luaran hari ini sudah tembus Rp7.800 per kg, dengan jagung SPHP hanya Rp5.500 per kg. Ini sangat membantu kami selaku peternak," ujar Zainuddin.

Zainuddin berharap bantuan jagung dapat dilanjutkan dan kuotanya ditambah pada tahun berikutnya. Ia juga meminta kenaikan harga pakan diimbangi dengan harga jual telur di tingkat peternak agar biaya produksi tidak semakin membebani usaha.

Ia menyebut harga telur di tingkat peternak diharapkan tidak berada di bawah ketentuan Rp24 ribu per kg, sebagaimana arahan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.