NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti persoalan di tengah rantai pasok pangan ketika peternak mengeluhkan harga jual terlalu rendah, sementara konsumen mengeluhkan harga terlalu tinggi.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan ada hal yang perlu dibenahi dalam distribusi pangan.

"Tahun 2025 kita menghadapi El Nino. Sekarang (tahun 2026) El Nino. Tahun depan juga ada La Nina. Kita sudah terlatih menghadapi kondisi ini. Kalau peternak mengeluh karena harga terlalu rendah dan konsumen mengeluh karena harga terlalu tinggi, berarti ada yang tidak beres di tengahnya. Kita harus berani membenahi ini," kata Amran dalam keterangan resmi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/10).

Pernyataan itu disampaikan di tengah tantangan menjaga stabilitas harga pangan, termasuk menghadapi perubahan cuaca dan potensi gangguan pasokan.

Meski Amran menyoroti persoalan di tengah rantai pasok, ia tidak merinci pihak yang dimaksud sebagai penyebab perbedaan harga tersebut.

Berdasarkan data, inflasi umum Indonesia secara tahunan pada September 2026 mencapai 3,28 persen. Sementara itu, inflasi komponen harga bergejolak atau volatile food mencapai 5,03 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi umum.