Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat inflasi pangan sempat mencapai 6,59 persen pada Oktober 2025. Angka tersebut kemudian turun menjadi 1,14 persen pada Januari 2026 berdasarkan data historis Badan Pusat Statistik (BPS).
Bos Bapanas itu mengatakan pemerintah perlu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menyangkut beras, tetapi juga komoditas pangan lainnya.
"Inflasi sekarang 3,28 persen, target maksimal 3,5 persen. Insya Allah, swasembada pangan beras berkelanjutan. Itu yang harus kita jaga. Bukan hanya beras, kita juga terus memperkuat komoditas pangan lainnya," ujar Amran.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menetapkan lima arahan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Langkah itu mencakup optimalisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani dan nelayan, serta perluasan kerja sama antardaerah antara wilayah surplus dan defisit pangan.
Pemerintah juga akan memitigasi dampak El Nino melalui penguatan irigasi, pengaturan pola tanam, dan sistem peringatan dini. Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah bersama Bank Indonesia serta Perum Bulog turut menjadi bagian dari arahan tersebut.