Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga menyiapkan Paket Stimulus Tahap II senilai Rp26,34 triliun. Anggaran itu terdiri atas bantuan pangan Rp18,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta insentif Rp2,04 triliun.
Selain pengendalian harga, Bapanas mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
Hingga 2026, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak 11.349 kali di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Cakupan ini lebih luas dibandingkan pelaksanaan sepanjang 2025 yang menjangkau 385 kabupaten/kota.
Bapanas juga memproyeksikan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada masyarakat hingga akhir 2026 mendekati 4 juta ton. Berdasarkan laporan Bapanas, realisasi penyaluran melalui Perum Bulog sejak awal Januari hingga 23 Oktober 2026 mencapai 2,86 juta ton.
Jumlah tersebut belum mencakup alokasi beras SPHP sebanyak 97,3 ribu ton dan bantuan pangan beras sebanyak 997 ribu ton yang masih tersisa hingga akhir tahun.
Jika proyeksi tersebut tercapai, penyaluran CBP pada 2026 akan melampaui rekor sebelumnya sebesar 3,37 juta ton pada 2024. Penyaluran cadangan beras menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.