NADIKABAR.COM — Sebagian anak dan remaja menggunakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya untuk mencari informasi atau membantu belajar, tetapi juga sebagai tempat bercerita. Fenomena ini bisa menjadi tantangan bagi orang tua yang ingin tetap menjadi tempat aman bagi anak untuk berbagi cerita.

Psikolog Klinis dan Keluarga sekaligus Co-Founder Good Enough Parents, Pritta Tyas Mangestuti, mengatakan orang tua perlu membangun hubungan yang membuat anak merasa aman untuk bercerita tanpa takut langsung dihakimi atau dimarahi.

Menurut Pritta, ada tiga hal yang perlu dipahami orang tua ketika menghadapi anak atau remaja yang lebih nyaman bercerita kepada AI. Hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah memastikan anak merasa dicintai tanpa syarat.

"Tiga hal perlu diketahui para orang tua, basic needs anak-anak adalah dicintai unconditional, dicintai apa adanya," kata Pritta dalam media gathering PandAI OpenAI di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Karena itu, lanjutnya, ketika anak menceritakan sesuatu yang mungkin membuat orang tua terkejut atau tidak setuju, respons pertama sebaiknya bukan langsung memberikan penilaian. Pritta mengatakan orang tua perlu tetap tenang meskipun sebenarnya dalam hati merasa was-was.