Dengan memahami fase perkembangan tersebut, orang tua diharapkan tidak buru-buru menganggap perubahan perilaku anak sebagai bentuk pembangkangan atau sikap yang tidak masuk akal.
Hal ketiga, berkaitan dengan cara orang tua membangun kedekatan dengan remaja. Pritta menyebut, orang tua perlu mengetahui bagaimana cara menjalin relasi dan koneksi yang intim dengan anak, termasuk memahami cara berkomunikasi yang sesuai dengan karakter remaja.
"Kalau remaja itu nggak bisa ya, 'Ayo sini-sini duduk, Mama atau Papa mau ngomong'. Nggak bisa (dengan cara itu)," kata Pritta.
Karena itu, orang tua perlu belajar memilih cara bertanya yang tidak membuat anak merasa sedang diinterogasi. Tujuannya bukan membuat anak menceritakan segala sesuatu kepada orang tua, melainkan membangun kepercayaan secara perlahan sehingga anak tahu bahwa orang tuanya dapat menjadi tempat yang aman untuk bercerita dan bertanya.