Informasi dasar ponsel mencakup detail perangkat keras, merek, tipe, memori, sistem operasi yang Anda gunakan, informasi peramban, detail IP dan ISP pengguna, jaringan layanan seluler yang digunakan, nomor telepon, dan pengidentifikasi perangkat.

Sedangkan metadata informasi dasar pengguna yang diambil bisa berupa siapa tujuan penerima pesan, siapa yang Anda kenal, seberapa sering berkomunikasi dengan seseorang atau grup, kapan Anda mengirim pesan, hingga lokasi saat mengirimkan pesan dan mengakses aplikasi tersebut.

"Operator tahu kapan Anda online, dari lokasi mana, dan layanan apa yang dipakai. Penyedia aplikasi tahu dengan siapa Anda berkomunikasi, kapan, seberapa kerap, dan grup apa saja yang Anda ikuti," jelas Alfons.

Meskipun pengguna menggunakan platform yang terenkripsi end-to-end seperti WhatsApp dan sejenisnya, LIMS tetap dapat memantau informasi-informasi tersebut. Dalam proses penyidikan penyelidikan, pihak penyadap yang berwenang dapat memanfaatkannya untuk keperluan tertentu.

"Metadata tidak kalah berharga dari isi pesan yang sebenarnya. Tanpa membaca satu pesan pun, metadata dalam jangka panjang memberi gambaran yang sangat akurat tentang siapa sasaran penyadapan, rutinitasnya, lingkar terdekatnya, dan ke mana ia bergerak," tegas Alfons.