Menurut BHS, kapasitas dermaga saat ini juga terdampak pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga MB V Ketapang dan Dermaga II Gilimanuk.

Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi turun sekitar 20% dan antrean kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk semakin panjang.

Untuk mengurai antrean, BHS mengusulkan percepatan proses bongkar muat kapal. Saat ini proses tersebut disebut membutuhkan waktu sekitar 35 menit dan diusulkan dipangkas menjadi 15 menit.

"Maka itu, saya mengusulkan untuk melakukan percepatan proses bongkar muat kapal yang saat ini 35 menit yang seharusnya bisa di mampatkan menjadi 15 menit dan alhamdulillah seluruh perusahaan pelayaran menyanggupi percepatan tersebut, sehingga jumlah trip dan kapasitas muat bisa bertambah sekitar 50 persen" Ujar BHS.

Selain mempercepat bongkar muat, BHS menyarankan Dermaga Bulusan yang dikelola Pemprov Jawa Timur segera direvitalisasi. Termasuk memperbaiki tiang pancang dolphin yang saat ini rubuh.