Ia meminta pengerjaan dipercepat oleh PT ASDP Indonesia Ferry agar Dermaga Bulusan dapat kembali digunakan untuk operasional kapal tanpa harus menunggu proses pengerjaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

BHS juga menilai Dermaga Pelengsengan Ketapang masih dapat dioptimalkan dengan merapatkan dan memanjangkan beton pelengsengan. Dengan begitu, kapasitas sandaran kapal dapat ditingkatkan dari tiga kapal menjadi empat hingga lima kapal.

Hal serupa dapat dilakukan di Dermaga Pelengsengan Gilimanuk. Beton pelengsengan dinilai dapat diperpanjang sehingga kapasitasnya meningkat dari tiga kapal menjadi empat hingga lima kapal.

Penyelesaian pekerjaan pelengsengan tersebut diharapkan dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry dalam waktu tidak lebih dari satu bulan. BHS juga berharap pengerjaan Dermaga MB V dan Dermaga II Gilimanuk dapat selesai lebih cepat dari target semula.

"Sehingga diharapkan kekurangan dermaga yang saat ini terjadi dan menyebabkan kemacetan bisa diselesaikan dengan mengaktifkan serta mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada, sambil Pemerintah pusat, PT ASDP bisa mengusahakan penambahan pasang dermaga lagi agar jumlah kapal yang saat ini tidak bisa beroperasi 50% akibat kekurangan dermaga, bisa lebih dioptimalkan dengan adanya tambahan dermaga dalam jangka Waktu ke depan" Pungkas BHS