NADIKABAR.COM — Perusahaan iklan online asal Israel membantu menyebarkan spyware lewat ratusan ribu website. Serangan ini unik karena dapat menginfeksi perangkat hanya dengan menunjukkan iklan, tanpa perlu klik tautan atau file.
Peneliti keamanan dari Citizen Lab dan Confiant mengatakan ini pertama kalinya mereka menemukan bukti teknis serangan spyware zero-click yang dilakukan melalui iklan bertarget.
Perusahaan bernama Discovery-Tech terlihat seperti agensi iklan online biasa. Namun, mereka menyediakan platform iklan online-nya kepada pembuat spyware untuk menargetkan orang atau perangkat tertentu dengan spyware yang dapat mencuri data secara diam-diam.
Discovery-Tech mengoperasikan platform bernama 'Controlium' yang memungkinkan mitra spyware-nya untuk memprofilkan dan mengungkap identitas jutaan individu, mengidentifikasi perangkat mereka, dan menargetkan mereka lewat peretasan zero-click.
Platform ini juga memungkinkan mereka untuk memilih pengguna tertentu untuk diinfeksi atau diprofilkan menggunakan alamat IP, ID iklan seluler, atau pengenal browser mereka.
Citizen Lab mengatakan setidaknya dua pembuat spyware zero-click, Candiru dan Bindecy, menggunakan platform iklan Discovery-Tech untuk mengincar targetnya. Kedua pembuat spyware ini menyediakan alat mata-mata yang dapat menginfeksi perangkat tanpa klik tautan atau membuka pesan.
Tim peneliti menemukan salah satu serangan berhasil menginfeksi setidaknya 45 komputer Windows di perusahaan media Al Jazeera. Perangkat-perangkat tersebut tampaknya diretas pada tahun 2024 dan 2025 oleh spyware Candiru setelah terpapar iklan berbahaya.
Discovery-Tech dilaporkan menampilkan 442 juta iklan di lebih dari 120.000 website, termasuk BBC dan New York Times, serta aplikasi mobile seperti Duolingo, Badoo, dan Grindr.
Ratusan juta iklan tersebut ditampilkan di perangkat yang dipakai oleh anggota militer, pemerintahan, dan badan keamanan siber, seperti dikutip dari Engadget, Minggu (18/10/2026).
Citizen Lab dan Confiant menyerukan industri iklan online untuk meningkatkan keamanan di platform-nya. Google termasuk salah satu platform iklan terbesar yang menjadi target spyware ini, tapi mereka kini sudah menghapus Discover-Tech dari daftar vendor globalnya.
Tim peneliti juga menyarankan pengguna yang memiliki risiko tinggi menjadi target serangan spyware untuk menggunakan ad blocker, menonaktifkan ad tracking, dan reset ID iklan mobile secara rutin.