"Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan (Suahasil Nazara) dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM, itu kita akan mencapai Rp165 triliun," kata Bahlil dalam paparannya, Rabu (21/10).

Bahlil membandingkan realisasi tersebut dengan periode yang sama pada 2025, ketika penerimaan baru mencapai Rp94,98 triliun. Dengan target Rp165 triliun, penerimaan PNBP batu bara berpotensi melampaui target APBN lebih dari Rp30 triliun.

Bahlil yang juga menteri koordinator bidang hilirisasi dan transisi energi itu mengatakan kenaikan penerimaan negara terjadi meskipun volume ekspor batu bara mengalami penurunan.