Bahlil optimistis program ini dapat direalisasikan mengingat ketersediaan lahan di Indonesia untuk penanaman komoditas bahan baku tersebut masih sangat luas.

"Ethanol ini bahan bakunya dari singkong, dari jagung, dari tebu. Lahan kita masih banyak," ujar Bahlil.

Ia berharap program E50 untuk bensin ini dapat diimplementasikan sesukses program B50, yakni pemanfaatan 50 persen campuran biodiesel berbasis minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk bahan bakar Solar.

"Kita mencoba untuk menerapkan ini agar industri kita yang berawal dari CPO untuk solar itu juga bisa kita implementasikan di etanol untuk bensin," ujar Bahlil.