NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM menyampaikan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) tersebut hampir rampung. Ia menyebutkan, progresnya sudah mencapai 90%.
"Ya, (RUU) migas hari ini sudah hampir final dalam pertemuan dengan panitia yang melakukan ini di eksekutif. DIM-nya juga sudah hampir selesai, sudah sekitar 80-90%," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Salah satu aspek penting dalam penyusunan RUU Migas adalah pengaturan kelembagaan melalui pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK). Nantinya, BUK ini akan menjadi pengganti dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Hanya saja, Bahlil belum memberikan detail terkait keberadaan BUK itu. Bahlil menjelaskan bahwa tidak seluruh ketentuan teknis harus dicantumkan secara terperinci dalam undang-undang, melainkan dapat diatur lebih lanjut melalui peraturan turunannya.
"Karena undang-undang itu menyatakan BUK (Badan Usaha Khusus) nantinya. Tidak semua hal kan kita cantumkan di undang-undang," katanya.
Sebelumnya Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menargetkan penyusunan DIM tersebut rampung pada 22 Oktober 2026.
Yuliot mengatakan bahwa penyusunan DIM tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiasi DPR soal perubahan RUU Migas ke Pemerintah dan juga telah terbitnya Surat Presiden (surpres) yang menugaskan Menteri ESDM mengoordinasikan penyusunan DIM.
"Ini kita targetnya tanggal 22 Oktober ini sudah bisa disampaikan oleh pemerintah kepada Presiden untuk DIM. Jadi ya kita lagi mengejar waktu konsolidasi antar kementerian lembaga dalam rangka penyiapan DIM RUU Migas," kata Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/11/2026).
Yuliot menambahkan, bahwa setelah DIM selesai, proses selanjutnya ialah pembahasan dengan DPR sesuai dengan ketentuan. Ia berharap proses ini berlangsung cepat dan RUU migas bisa selesai tahun ini.
"Ya kita mengharapkan, ini mudah-mudahan tahun ini bisa diselesaikan," ujarnya.